Cara Mengurus Perceraian Bagi Non Muslim

Langkah-langkah perceraian bagi non muslim berdasarkan ketentuan yang berlaku:

  1. Suami atau isteri yang akan mengajukan perceraian harus memahami bahwa gugatan yang diajukan telah memenuhi syarat-syarat alasan perceraian sesuai ketentuan undang-undang;
  2. Suami atau isteri yang akan mengajukan gugatan perceraian dapat mewakili dirinya sendiri di pengadilan atau mewakilkan kepada advokat atau kuasa hukum, dan gugatan dapat dibuat sendiri, jika tidak mengetahui format gugatan dapat meminta contoh gugatan perceraian kepada kepaniteraan pengadilan, pengadilan agama dan lembaga bantuan hukum yang ada;
  3. Suami atau isteri yang akan mengajukan perceraian dapat mempersiapkan gugatan perceraian dengan alasan-alasan yang jelas secara hukum (serta dapat juga memasukan tuntutan pengasuhan anak dan harta gono gini), seperti penjelasan di bawah ini:
    • Salah satu pihak berbuat zina, atau menjadi pemabuk, pemakai obat terlarang, penjudi dan lain sebagainya yang sulit disembuhkan;
    • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa ijin dan alasan yang sah serta karena hal lain diluar kemampuannya;
    • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat;
    • Salah satu pihak mengalami cacat badan atau penyakit sehingga tidak bisa melakukan kewajiban sebagai suami/isteri;
    • Terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus tanpa ada kemungkinan penyelesaian; dan
    • Salah satu pihak dipenjara selama lima tahun atau hukuman yang lebih berat, yang menimbulkan tidak adanya harapan untuk hidup berumah tangga lagi.
  4. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri di wilayah tempat tinggal tergugat;
  5. Bila tempat tinggal tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat tinggal tetap, gugatan diajukan ke pengadilan di daerah tempat tinggal penggugat, dan bila tergugat di luar negeri gugatan diajukan ke pengadilan di daerah tempat tinggal penggugat melalui perwakilan RI setempat;
  6. Gugatan yang telah dibuat, ditandatangani di atas materai dan dibuat rangkap lima (tiga rangkap untuk hakim, satu rangkap untuk tergugat dan satu rangkap untuk berkas di kepaniteraan);
  7. Gugatan tersebut didaftarkan di kepaniteraan perdata Pengadilan Negeri yang berkompeten;
  8. Saat mendaftarkan gugatan diharuskan membayar biaya perkara; dan
  9. Setelah Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan, maka harus segera mengurus akta cerai di kantor catatan sipil tempat perkawinan dicatat.

 

Cara Menentukan Dimana Pengajuan Gugatan Perceraian

Untuk tata cara bagaimana dan kemana harus mengajukan perceraian diatur dalam pasal 38 s.d 41 UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan jo. Pasal 14 s.d 36 PP no 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU nomor 1 tahun 1974.

Sebelum kita menentukan dimana gugatan perceraian akan dimajukan maka terlebih dahulu diketahui apa penyebab perceraian tersebut, karena penyebab perceraian akan menentukan dimana gugatan tersebut akan dimajukan.

Pasal 19 UU Nomor 1 tahun 1974

Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan:

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya;
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman pewara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
  6. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Pasal 20 UU Nomor 1 tahun 1974

(1)   Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau isteri atau kuasanya kepada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

(2)  Dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, gugatan perceraian diajukan kepada pengadilan di tempat kediaman penggugat.

(3)   Dalam hal tergugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada pengadilan di tempat kediaman penggugat.  Ketua Pengadilan menyampaikan permohonan tersebut kepada tergugat melalui Perwakilan Republik Indonesia setempat.

Pasal 21 UU Nomor 1 tahun 1974

(1)   Gugatan perceraian karena alasan tersebut dalam Pasal 19 huruf b, diajukan kepada pengadilan di tempat kediaman penggugat.

(2)   Gugatan tersebut dalam ayat (1) dapat diajukan setelah lampau 2 (dua) tahun terhitung sejak tergugat meninggalkan rumah.

(3)   Gugatan dapat diterima apabila tergugat menyatakan atau menunjukkan sikap tidak mau lagi kembali ke rumah kediaman bersama.

Pasal 22 UU Nomor 1 tahun 1974

(1)   Gugatan perceraian karena alasan tersebut dalam Pasal 19 huruf f, diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman tergugat.

(2)   Gugatan tersebut dalam ayat (1) dapat diterima apabila telah cukup jelas bagi Pengadilan mengenai sebab-sebab perselisihan dan pertengkaran itu dan setelah mendengar pihak keluarga Serta orang-orang yang dekat dengan suami-isteri itu.

Jadi, tempat mengajukan percerian untuk non muslim adalah di Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat atau Tergugat sesuai dengan sebab perceriannya sebagaimana bunyi pasal-pasal tersebut.

 

Sebab-Sebab Terjadinya Perceraian

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari semua kasus perceraian terjadi dalam sepuluh tahun pertama perkawinan. Bahkan dengan maraknya perceraian yang dilakukan oleh kaum selebriti, membuat bercerai menjadi masalah pilihan gaya hidup semata. Angka perceraian terus melonjak.

Sebelum melihat akibat buruk dari perceraian, apa saja yang menjadi penyebab perceraian? Berikut ini beberapa di antara penyebab utama perceraian.

  • Gagal berkomunikasi

    Ketidakcocokan akibat kegagalan berkomunikasi antara suami dan istri sering menjadi pemicu perceraian. Kurangnya komunikasi membuat kurangnya rasa saling mengerti dan membuat sering terjadinya pertengkaran. Hal ini akan berujung pada perceraian jika kedua pihak tidak mau atau gagal berkomunikasi.

  • Ketidaksetiaan

    Penyebab perceraian lainnya adalah salah satu pasangan berselingkuh. Pasangan yang disakiti tidak dapat memaafkan dan memilih bercerai. Atau sebaliknya, pasangan yang berselingkuh memilih bercerai demi pacar barunya.

  • Kekerasan dalam rumah tangga

    Perceraian karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi salah satu penyebab utama perceraian. Banyak pasangan memilih menyelamatkan kehidupannya dengan bercerai karena sering mendapat aniaya baik secara fisik maupun verbal.

  • Masalah ekonomi

    Ada juga perceraian karena masalah ekonomi. Menganggap pasangan tidak mampu memenuhi kebutuhan materi keluarga, sehingga meninggalkan pasangannya dengan bercerai.

  • Pernikahan dini

    Menikah belum cukup umur membuat pasangan muda tersebut belum siap menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan perkawinan. Sehingga seringkali keputusan yang dibuat adalah bercerai saat menghadapi banyak tekanan hidup.

  • Perubahan budaya

    Dulu perceraian adalah sesuatu yang tabu. Sekarang telah menjadi tren dan gaya hidup banyak pasangan.

 

Akibat Perceraian

Namun, apakah perceraian jalan keluar yang terbaik? Coba pertimbangkan apa saja kerugian yang harus ditanggung setiap anggota keluarga ketika keputusannya adalah bercerai.

  • Anak menjadi korban

    Anak merupakan korban yang paling terluka ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Anak dapat merasa ketakutan karena kehilangan sosok ayah atau ibu mereka, takut kehilangan kasih sayang orang tua yang kini tidak tinggal serumah. Mungkin juga mereka merasa bersalah dan menganggap diri mereka sebagai penyebabnya. Prestasi anak di sekolah akan menurun atau mereka jadi lebih sering untuk menyendiri.

    Anak-anak yang sedikit lebih besar bisa pula merasa terjepit di antara ayah dan ibu mereka. Salah satu atau kedua orang tua yang telah berpisah mungkin menaruh curiga bahwa mantan pasangan hidupnya tersebut mempengaruhi sang anak agar membencinya. Ini dapat mebuat anak menjadi serba salah, sehingga mereka tidak terbuka termasuk dalam masalah-masalah besar yang dihadapi ketika mereka remaja. Sebagai pelarian yang buruk, anak-anak bisa terlibat dalam pergaulan yang buruk, narkoba, atau hal negatif lain yang bisa merugikan.

  • Dampak untuk orang tua

    Selain anak-anak, orang tua dari pasangan yang bercerai juga mungkin terkena imbas dari keputusan untuk bercerai. Sebagai orang tua, mereka dapat saja merasa takut anak mereka yang bercerai akan menderita karena perceraian ini atau merasa risih dengan pergunjingan orang-orang.

    Beberapa orang tua dari pasangan yang bercerai akhirnya harus membantu membesarkan cucu mereka karena ketidaksanggupan dari pasangan yang bercerai untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

  • Bencana keuangan

    Jika sebelum bercerai, suami sebagai pencari nafkah maka setelah bercerai Anda tidak akan memiliki pendapatan sama sekali apalagi jika mantan pasangan Anda tidak memberikan tunjangan. Atau jika pemasukan berasal dari Anda dan pasangan, sekarang setelah bercerai, pemasukan uang Anda berkurang. Jika Anda mendapat hak asuh atas anak, berarti Anda juga bertanggung jawab untuk menanggung biaya hidup dari anak Anda. Yang perlu diingat, setelah bercerai, umumnya banyak keluarga mengalami penurunan standar kehidupan hingga lebih dari 50 persen.

  • Masalah pengasuhan anak

    Setelah bercerai, berarti kini Anda harus menjalankan peranan ganda sebagai ayah dan juga sebagai ibu. Ini bukanlah hal yang mudah karena ada banyak hal lain yang harus Anda pikirkan seorang diri. Terlebih, jika anak sudah memasuki masa remaja yang penuh tantangan, Anda harus dengan masuk akal menjaga atau memberikan disiplin kepada anak agar dapat tumbuh menjadi anak yang baik.

    Masalah lain dalam hal pengasuhan anak adalah ketika harus berbagi hak asuh anak dengan pasangan karena bisa jadi Anda masih merasa sakit hati dengan perlakuan mantan Anda sehingga sulit untuk bersikap adil. Hal-hal yang harus dibicarakan seperti pendidikan atau disiplin anak mungkin dapat menyebabkan pertengkaran karena tidak sepaham dan rasa sakit hati dapat membuat hal ini semakin buruk.

  • Gangguan emosi

    Adalah hal yang wajar jika setelah bercerai Anda masih menyimpan perasan cinta terhadap mantan pasangan Anda. Harapan Anda untuk hidup sampai tua bersama pasangan menjadi kandas, ini dapat menyebabkan perasaan kecewa yang sangat besar yang menyakitkan. Mungkin juga Anda ketakutan jika tidak ada orang yang akan mencintai Anda lagi atau perasaan takut ditinggalkan lagi di kemudian hari.

    Perasaan lain yang mungkin dialami adalah perasaan terhina atau perasaan marah dan kesal akibat sikap buruk pasangan. Anda juga mungkin merasa kesepian karena sudah tidak ada lagi tempat Anda berbagi cerita, tempat Anda mencurahkan dan mendapatkan bentuk kasih saying. Serangkaian problem kesehatan juga bisa disebabkan akibat depresi karena bercerai.

  • Bahaya masa remaja kedua

    Pasangan yang baru bercerai sering mengalami masa remaja kedua. Mereka mencicipi kemerdekaan baru dengan memburu serangkaian hubungan asmara dengan tujuan untuk menaikkan harga diri yang jatuh atau untuk mengusir kesepian. Hal ini bisa menimbulkan problem baru yang lebih buruk dan tragis karena tidak mempertimbangkan baik-baik langkah yang dilakukan.

Perceraian bukanlah hal yang terbaik karena ada dampak-dampak buruk yang harus Anda hadapi. Walaupun perkawinan Anda tampak hampir hancur, tidaklah baik untuk menghancurkannya dengan bercerai. Berpikirlah untuk mempertahankan perkawinan Anda demi anak dan keluarga Anda. Jika pasangan Anda tampaknya tidak baik atau tidak menyayangi Anda, cobalah komunikasikan hal ini dengan pasangan Anda dengan cara yang baik karena kebanyakan faktor perceraian karena kegagalan berkomunikasi. Hindari berpikir untuk berselingkuh karena hal itu akan memperburuk keadaan.

Perceraian bukanlah jalan keluar terbaik. Sebelum bercerai pertimbangkan secara matang akibatnya hingga jauh ke depan. Banyak pengalaman menunjukkan bahwa perkawinan yang bermasalah masih bisa diselamatkan tanpa perlu bercerai.

Sumber : Internet

Berselingkuh dan Cerai, Anak Jadi Terlentar

Interaksi sosial yang komleksitas di tengah revolusi Tehnologi Informasi (IT) telah menimbulkan ekses yang beragam. Setiap orang Indonesia rata-rata memiliki Hndphone atau Android, Laptop, Komputer, Note Book, atau lain sebagainya semua memberikan fasilitas dalam vitur-vitur yang telah umum digandrungi oleh masyarakat Indonesia, baik kalangan anak, remaja, atau kalangan orang dewasa dan orang tua.

Begitu mudah kita mengakses dan berkomunikasi dengan siapa saja diabad ini. Dan sebagian besar alat komunikasi tersebut banyak yang disalahgunakan bukan hanya digunakan sekedar bertukar informasi untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, untuk kepentingan bisnis, untuk acara-acara sosial, tugas kantor dan keluarga tapi lebih banyak digunakan untuk mengakses hal-hal yang berkaitan dengan pornografi dan porno-aksi.

Bangsa Indonesia yang sebagian besar hobbynya senang iseng tidak menyadari bahwa informasi yang diakses memberikan energi rangsangan yang luar biasa untuk melampiaskan rasa ingin tahu, curhat dan lain sebagainya.

Di dalam kehidupan rumah tangga, tidak puas dengan pasangannya banyak yang melakukan konpensasi atau pelarian dengan curhat dengan seseorang yang kebetulan memberikan respon untuk menanggapi keluh-kesah, yang pada gilirannya mereka menjadi akrab dan sebagian besar dari padanya akhirnya menjadi teman perselingkuhan yang tidak direncanakan semula.

Dalam kehidupan rumah tangga prihal pertengkaran adalah hal yang biasa, namun itu menjadi luar biasa jika diceritakan ke luar dalam bentuk curhat kepada teman-temannya baik yang ada seperti yang dilakukan baik itu melalui Facebook, Tweeter, dan lain sebagainya.

Singkat cerita dari hasil pengalaman saya sebagai Pengacara yang banyak menangani kasus perceraian 80% sebab perceraian terjadi akibat terjadinya perselihan dan pertengkaran yang sulit didamaikan, apalagi masing-masing pihak baik isteri maupun pihak suami merasa pertengkaran yang terjadi telah menyinggung harga diri, bahkan tidak sedikit pula dalam pertengkaran tersebut terjadi pula KDRT.

Kalau sudah terjadi perceraian bagi yang telah punya anak tentu pada gilirannya menimbulkan masalah tersendiri bagi tumbuh kembang anak yang tidak lagi bisa hidup dengan baik dalam membangun masa depannya karena tidak lagi mendapat perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya. Egonya orang tua telah mengorbankan kepentingan masa depan anak. Inilah yang terjadi.

Perasaan “Gelisah” Menjelang Perceraian

Ketika kehidupan rumah tangga ada pada situasi genting dititik nadir, maka suasana emosional, marah, benci, jengkel, bingung, galau pasti menghinggapi perasaan pasangan suami-isteri.

Tidak sedikit keputusan untuk bercerai diambil dalam keadaan marah, benci, cemburu dan masih meninggalkan rasa sayang kepada isteri atau suami.

Dalam situasi seperti ini keputusan untuk bercerai membutuhkan mental dan dukungan keluarga dan para sahabat.

Perceraian akan menjadi bulat jika alasannya karena adanya Pria Idaman Lain ( PIL ) atau karena adanya Wanita Idaman Lain ( WIL ).

Namun bagaimanapun secara umum perasaan galau menghadapi masa-masa perceraian selalu ada menghantui mereka yang akan bercerai.

Khusus bagi mereka pasangan rumah tangga yang beragama Islam di bawah ini ada beberapa tips atau cara mengatasi kegalauan yang mungkin sangat membantu saudara yaitu,

1.      Sabar

Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi. Ujian yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk menguji keimanan kita. Jika kita sabar melewai cobaan dan ujian akan meningkatlah level iman kita. Bukankan Allah itu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jika ujian itu datang padanya, berarti Allah yakin kita bisa melewatinya. Allah saja yakin, masa kita Ngga sih…

2.      Adukanlah semua itu kepada Allah

Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita. Kalo kita curhat sama teman, mukin malah akan membuka aib kita sendiri malah kan????…..

Ok…..

Mukin di antara kalian ada yang lebih milih curhat ma temen. Syukur temen kita bisa bisa dipercaya dan gak menyebar luaskan masalah kita, lha kalo temen kita ember alias gak bisa jaga rahasia, yang ada malah menambah masalah karna aib kita di umbar-umbar. Udah deh…… curhaynta sama Sang Pencipta aja.

Ya……

Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.

Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.

3.      Positive thinking

Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu kita untuk mengatasi rasa galau yang sedang kita rasa. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri kita menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang maslah yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik dan jalan keluar yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Akan selalu ada jalan jika kita percaya kalo Allah swt akan menoong kita. Intinya, kita haarus selalu berfikir positif sama Allah, jangan pernah suudzhon sama Sang pencipta. Ini sejalan dengan firman Allah swta dalam ayat berikut;

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

Ini janji Allah di dalam Al-Qur’an. Akan selallu ada kemudahan di setiap kesulitan. Masih ragu juga sama janji Allah.??????…

4.      Dzikrullah (Mengingat Allah)

Naaaaahhh…

Ini yang paling penting. Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

5.      Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

Allah berfirman :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.

Bersabar, mengadu kepada Allah, berpikir positif, Dzikrullah, dan sholat adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati termasuk rasa gelisa, resah, gundah, gulana, galau ato papun itu.

Sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

 

 

Faktor Lain Penyebab Terjadinya Perceraian

Jika lewat waktu 5 tahun berjalan rumah tangga anda dapat dipertahankan, maka itu adalah permulaan yang baik untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga anda.

Umur perkawinan di bawah 5 (lima) tahun adalah sangat rentan dengan cobaan dan ancaman perceraian.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain ;

1. Apakah perkawinan anda terjadi karena dijodohkan orang tua ? ;

2. Apakah perkawinan anda terjadi karena terlanjur mempertanggungjawabkan wanita yang anda hamili ? ;

3. Apakah rumah tangga anda terbangun sebagai bentuk konpensasi atau pelarian belaka ? ;

4. Apakah rumah tangga anda terjadi karena anda sebelumnya terhutang budi baik oleh pihak isteri anda atau pihak suami anda ?

Jika ke-4 faktor di atas sebagai sebab terjadinya rumah tangga anda, maka kemungkinan besar usia rumah tangga anda tidak akan bertahan lama.

Demikian sekilas info untuk dijadikan bahan renungan dan tindakan terbaik untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga anda.

Semoga bermanfaat.

Momok Perceraian Bagi Sang Isteri & Cara Cepat Punya Anak

Saat masa pacaran banyak pasangan usia subur atau mereka yang masih jomblo memandang bahagianya hidup bersama dengan sang kekasih yang dicintai. Mereka memandang bahwa hidup selalu dekat dengan pujaan hati setiap harinya merupakan kebahagiaan hidup yang memberikan banyak gairah dan semangat.

Dalam hidup berumah tangga akan mengalami masa cobaan dalam waktu 5 tahun, dan angka perceraian terbanyak yang terjadi ada pada rumah tangga yang belum berusia 5 tahun, apalagi pada masa itu belum juga dikaruniai seorang anak juapun. Masalah tidak punya anak sering dijadikan alasan utama bagi seorang suami untuk menceraikan isterinya, dan ini akan menjadi momok tersendiri bagi seorang isteri.

Dari Berbagai Sumber Yang Layak Dipercaya Di sini Ada beberapa Cara Agar Cepat Hamil Yang Mungkin Dapat Dicoba, sbb ;

1.Posisi seks: Tidak semua posisi bercinta bisa memberi peluang yang sama untuk terjadinya pembuahan. Posisi yang paling memungkinkan agar sperma dapat berenang melintasi rongga rahim menuju saluran tuba yang ada di seberang rahim adalah posisi misionaris.(suami diatas)

2.Berbaring dulu: “Sebuah saran yang bagus untuk berbaring selama 10 – 15 menit setelah berhubungan seks, tapi Anda tidak perlu mengangkat kedua kaki,” kata James Goldfarb, MD, Direktur Klinik Kesuburan Cleveland,

3.Nikmati seks:Mulailah menikmati hubungan seks tidak sebagai usaha untuk pembuahan tapi juga karena Anda berdua menikmati dan nyaman melakukannya.

4.Frekwensi berhubungan seks: idealnya adalah sekitar 2-3 kali seminggu

5.Catat masa subur:Bagi Anda yang siklus haidnya teratur akan lebih mudah menghitung masa suburnya. pada wanita dengan siklus haid rutin 28 hari, Hitunglah kapan hari ke-12 dan kapan hari ke-16. Dimulai dari hari pertama haid ya

6.Ukur suhu basal tubuh: Suhu tubuh yang normal berkisar antara 35,5 – 36 derajat celcius. Di masa ovulasi, suhu tubuh akan turun lalu naik menjadi 37 – 38 derajat.

7.Tes kesuburan: Sekarang sudah banyak kok, alat penghitung masa subur yang dijual di pasaran. Alat ini akan mengukur kadar hormon LH pada urin yang biasanya terjadi sebelum ovulasi. Waku yang paling tepat untuk melakukan tes kesuburan adalah antara pukul 11.00 – 15.00 WIB atau 17.00 – 22.00 WIB.

8.Gaya hidup Sehat: Banyak penelitian membuktikan bahwa merokok dapat mengurangi kesuburan. Kebiasaan merokok disinyalir membuat saluran telur tersumbat sehingga perjalanan sperma bertemu sel telur terhambat, Gaya hidup lain yang patut Anda hindari adalah pemakaian obat-obatan secara sembarangan serta minuman beralkohol secara berlebihan.

9.Olahraga: jika Anda ingin hamil, frekwensi berolahraga ideal adalah misalnya, berjalan kaki tiga kali seminggu selama 30 menit.

10.Jaga berat badan: miliki berat badan ideal sesuai dengan body mass index (BMI), sekitar 18.5 – 24.9. Ketahui BMI Anda dengan cara bagi berat tubuh dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. Contohnya: Berat badan 50 kg, tinggi badan 160 cm. BMI Anda adalah 50/1,62 = 19,5 kg/m2 dan itu termasuk normal.

11. Cek Lendir: Jika terdapat cervical mucus di vagina Anda, itu pertanda Anda berada dalam puncak masa subur dan menjadi saat yang paling tepat untuk melakukan hubungan seks.

12.Jauhi pelicin: pelicin mengandung komponen-komponen yang bisa merusak sperma sehingga tidak dianjurkan untuk pasangan yang ingin memiliki anak.

13.Rileks dan jalani: cobalah untuk mengurangi stres dengan mencoba pasrah dan ikhlas. . Apa pun yang bisa mengurangi stres akan meningkatkan kesempatan Anda untuk hamil.

14. Segera konsultasi ke dokter! Jika kita sudah mencoba saran-saran di atas namun setelah 1 – 2 tahun si buah hati belum juga hadir, saatnya segera konsultasi ke dokter ya.

15. Saat Ejakulasi usahakan posisi isteri di bawah dengan kedua kaki diangkat ke atas selama 15 detik, agar sperma diberi kesempat mencari alur rahim untuk pembuahan ;

Demikian sekedar yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi yang belum punya anak.